|
Data Pengunjung |
 | Hari Ini | 74 |  | Kemarin | 307 |  | per Minggu | 3529 |  | per bulan | 2101 |  | Total | 633175 |
|
|
|
|
Info DPP |
|
flexi muslim
Terlepas dari soal reward kepada pencetus ide dalam sebuah tulisan mendampingi ‘esia hidayah’ disaat-saat menjelang Bulan Puasa dan Lebaran 2009 nanti walau hanya sekedar sebuah kata ‘appreciate’ misalnya. Telkom Flexi yang sudah mandiri dengan Divisi Telkom Flexi (DTF) nya akhirnya membuat suatu gebrakan baru dengan mengeluarkan variant baru handset nya ‘Flexi Muslim” yang sudah lama ditunggu masyarkat. |
|
|
|
|
|
|
|
Gaya hidup dalam kungkungan rasa imperior |
|
|
|
|
Ditulis Oleh kelompok rembuk kabid litbang dpw nasional
|
|
Friday, 12 March 2010 |
|
Gaya hidup dalam kungkungan rasa imperior Kita berdayakan Kekuatan Komitmen Karyawan - mumpung kita masih punya kesempatan. Dari kecil saat masih belajar di Sekolah Dasar kita dikenalkan dengan pelajaran budi pekerti. Beberapa dari kita mendapatkan pelajaran bahasa Indonesia dengan buku berjudul Bahasa Menunjukkan Bangsa. Oleh orang tua, kita juga selalu dipesankan untuk menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda. Dari kecil kita sudah mendapatkan bekal moral yang sangat memadai. Kita juga mendapat pengetahuan bahwa bangsa Indonesia ini adalah bangsa yang besar yang mempunyai akar budaya dan kepribadian yang tinggi. Apabila hal tersebut kita sebut sebagai modal pendirian suatu bangsa, bisakah modal tersebut kita gunakan untuk menegakkan perusahaan tercinta, Telkom Indonesia. Mengembangkan budaya perusahaan dari akar budaya bangsa Indonesia. Menggunakan suara bathin yang telah dipupuk sejak kecil hingga dewasa seperti saat ini. Kita juga mempunyai gambaran ideal tentang perusahaan tercinta, bahwa perusahaan ini mampu mempertahankan kesinambungan bisnisnya, mampu secara berkesinambungan memberikan kesejahteraan pada karyawannya. Gambaran ideal yang dicitakan dan keyakinan yang dimiliki serta komitmen setiap karyawan mewarnai kehidupan keseharian karyawan saat bekerja. Dalam perjalanan ke kantor, karyawan membayangkan hal-hal yang akan dilakukan setibanya di kantor sebagai kontribusi meningkatkan keunggulan bersaing perusahaan. Mereka ingin segera tiba di kantor.
Saat ini perusahaan sedang membangun budaya perusahaan dan mensosialisasikannya dengan menggunakan jasa konsultan internasional MKS. Langkah yang justified dan merupakan ciri khas perusahaan global. Kita sudah berpengalaman dengan konsultan internasional dan bisa membayangkan hasil akhir dari proyek konsultasi ini. Menurut hemat kami itu bisa ada cara lain yang lebih hemat dan merasuk ke jiwa karyawan. Nilai-nilai dan keyakinan yang sudah sudah dipunyai karyawan kita berdayakan. Selayaknya kita bisa memformulasikan sendiri semangat karyawan dan memanfaatkannya untuk keunggulan bersaing perusahaan. Kita mulai dari implementasi konsep-konsep sederhana tapi nyata. Yang sederhana saja, bahwa untuk mampu mempertahankan kesinambungan bisnis, perusahaan harus disiplin dalam berinvestasi, disiplin dalam mengukur kinerja, dan disiplin memacu setiap jenjang karyawan memberikan kontribusi peningkatan keunggulan bersaing perusahaan. Mempunyai inisiatif, terlibat penuh, disiplin, kerja keras, bersedia berkorban, mumpuni, konsisten, dan tegas mengupayakan peningkatan keunggulan bersaing perusahaan. Kita seharusnya merasa bersalah saat melihat kenyataan bahwa sebagian besar karyawan tidak memahami budaya perusahaan, bukan malah mentertawakannya, itu artinya kita mentertawakan diri kita sendiri. Karyawan Telkom harus senantiasa bergairah, penuh harapan, sinergis, berani, empatik, sensitif, gembira, saling memotivasi mengukir sedikit demi sedikit prestasi memupuk keunggulan bersaing perusahaan. Mengapa kita terjebak dalam ukuran kinerja porto folio, dan berusaha untuk terlihat besar, terlihat unggul, terlihat berdaya. Harusnya kita berusaha untuk menjadi benar-benar besar, benar-benar unggul, dan benar-benar berdaya. Saat ini SEKAR masih menemukan adanya instruksi kepada para GM untuk menahan cabutan telepon, menahan cabutan flexi, dan menahan cabutan speedy hanya supaya terlihat besar, terlihat unggul, dan terlihat berdaya. Manager lini mengintervensi pemegang sistem untuk menghidupkan beberala sirkit speedy tidak melalui proses aktivasi yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Menurut SEKAR hal tersebut adalah kinerja semu dan tidak ada manfaatnya bagi perusahaan, bertentangan dengan commitment to long term, bertentangan dengan customer first. Tindakan pembodongan perlu disikapi sesuai dengan semangat meritocracy. Amat tidak bijak apabila ini dinilai sebagai inovasi pengukuran kinerja. Mengapa kita membayar mahal-mahal konsultan internasional MKS kalau hal sepele saja tidak bisa menyelesaikan. Akankan perusahaan kita bisa bertahan bersaing dengan yang lain dengan cara-cara demikian, sementara kualitas jaringan kita rendah, bantuan layanan pelanggan hanya mampu memingpong pelanggan dan diukur dengan jumlah panggilan masuk yang dapat ditangani. Masih teruskan kita bermain porto folio? Mari benar-benar kita lakukan hal-hal yang bermanfaat bagi bisnis dan pelanggan, bukan hanya wacana. Mari kita yakini bahwa kita semua karyawan Telkom mempunyai nurani, antusiasme, intuisi, rasa tanggung jawab, integritas, sikap bijak, dan rendah hati dalam mewujudkan kesinambungan keunggulan bersaing perusahaan, sehingga seluruh karyawan mendapatkan manfaat darinya. Hanyakah kita bangga dengan gambaran sesaat harga saham, citra kosong, dan kinerja semu. Kita harus yakin bahwa kita mempunyai kecerdasan spiritual itu semua. Kita harus memahami diri sendiri dan mampu berkomunikasi untuk mewujudkan hasil-hasil yang bermakna dan bertahan lama. Kurang meyakini kemampuan sendiri dan puas berbicara ditataran konsep megah yang greng-nya hanya terasa hangat di awal aja adalah kebiasaan lama yang harus kita tinggalkan. Kita harus mulai yakin dengan kemampuan bathin dan nurani sendiri, dan itu memerlukan energi yang sangat besar. Mungkin kita semua akan terkejut, kalau melihat kenyataan operator telco fren sudah diakuisisi smart. Mungkin akan lebih terkejut, saat gabungan fren-smart akan dibeli Huawei. Bisakah kita mengikuti gerak mereka saat operator telco nasional ini dikuasai oleh prinsipal peralatan telekomunikasi. Yang sederhana saja, Huawei telah menolong telkomsel membuatkan HSPDA flash yang sangat berjasa meningkatkan jumlah pengguna akses internet mobile. Huawei juga menjadi pemasok utama sentral-sentral NGN Telkom? Bagaimana kita bisa bersaing dengan mereka, walau itu terjadi di Indonesia, tanah air kita sendiri? Masihkah kita mau bermain porto folio lagi? Masihkah kita membuai diri dengan produk-produk ngawang-ngawang yang tidak membumi dan hanya menyedot investasi? Masihkah kita semua belum sadar? Masihkan kita meremehkan komitmen karyawan? Penetapan sikap perusahaan adalah kewenangan pemimpin tertinggi perusahaan, tidak perlu pakai cara-cara demokrasi seperti di forum DPR, absolut kewenangan pemimpin tertinggi. Tidak perlu dibuat rumit, yang perlu dilihat adalah kenyataan lapangan. Hasil penyikapan dan konsistensi sikap. Melihat rumitnya masalah hubungan industrial di Telkom, maka saat apel ultah SEKAR, DPW3 menyanyikan lagu badai pasti berlalu yang diaransir oleh Ketua DPW nya sendiri. Adalah bentuk semangat karyawan untuk menuntaskan permasalahan. Tidak hanya masalah hubungan industrial yang sepenuhnya berada dibawah kendala kita, namun ada masalah besar yang berada diluar kendali kita, yang harus kita sikapi dengan benar. SEKAR sedang melakukan survey, dengan cara SEKAR yang tradisional, mohon dukungan agar kita semua bisa melihat yang sebenarnya. |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Friday, 12 March 2010 )
|
|
|
|
|
Statistics |
Anggota: 873
Berita: 933
Pranala: 9
|
|
Sedang Online |
|
Saat ini ada 12 tamu online |
|
IKLAN |
|
|
|
|